Penghuni jagat maya belakangan ini dihebohkan dengan konflik antara drummer Superman is Dead (SID) Jerinx dengan pedangdut Via Vallen. Semua berawal saat Jerinx mengatakan Via telah mengubah makna ‘Sunset di Tanah Anarki’ lantaran menyanyikannya dalam genre dangdut koplo.
Via Vallen, dilansir dari Kumparan.com pada Senin (12/11/2018), sudah meminta maaf lantaran membawakan lagu berjudul ‘Sunset di Tanah Anarki’ tanpa seizin SID. Yang bikin pedangdut cantik ini tak terima adalah pernyataan drummer SID, Jerinx, yang telah menyebut dirinya oelacur.
“Saya seorang anak perempuan yang dilahirkan oleh perempuan yang luar biasa dengan harapan besar menjadi orang yang sukses, baik dan membanggakan,” ungkap pedangdut cantik asal Sidoarjo, Jawa Timur tersebut.
“Tapi, di sini Anda bilang bahwa saya enggak ada bedanya sama “F*CKING WH*RE” buat yang enggak tahu artinya apa menurut google artinya adalah “PEL*CUR SIAL*AN,” imbuh pelantun tembang Meraih Bintang itu.
Menanggapi hal tersebut, Jerinx buka suara di kolom komentar unggahannya pada akun media sosial Instagram miliknya. Ia dengan tegas menolak meminta maaf lantaran sudah menyebut Via dengan panggilan tak pantas. “Saya harus minta maaf memanggilnya pelacir? NEVER,” demikian tulis Jerinx.
Bukan tanpa alasan, menurut drummer berusia 41 tahun tersebut, hanya oelacur saja yang bisa melakukan tindakan tak terhormat cuma lantaran uang. Bukan hanya menyanyikan lagu tanpa izin, Jerinx menyebut Via juga merilis DVD saat dirinya menyanyikan ‘Sunset di Tanah Anarki’.
“Siapa pun yang bersikap seperti itu, baik laki, perempuan, sipil, swasta, dokter, petinggi agama, tentara, bahkan presiden pun layak dicap begitu jika mereka lacurkan integritasnya,” jelas Jerinx dalam unggahannya menuturkan kekesalannya.
Namun demikian, ia mengaku tetap menerima permintaan maaf yang diberikan Via Vallen. Jerinx berharap pelantun lagi ‘Sayang’ itu tak lagi mengulangi hal serupa di kemudian hari. “Baguslah VV minta maaf. Saya maafkan. Semoga enggak terulang lagi,” tulisnya.
Jerinx berharap hal tersebut bisa dijadikan pelajaran bagi para penyanyi lainnya. “Memberi roh atau mempasupati sebuah lagu itu perlu proses yang sangat rumit dan personal. You fuck with my song, you fuck with me. And I take it very very personal,” tulisnya.
